HUT ke-3 FORGAS Tegaskan Komitmen Ngajegang Tradisi, Adat dan Budaya Nusantara - Warta Global World

Mobile Menu

Latest News Updates

logoblog

HUT ke-3 FORGAS Tegaskan Komitmen Ngajegang Tradisi, Adat dan Budaya Nusantara

Tuesday, September 8, 2026


Poto Istimewa; afkan 
DENPASAR — Warta Global.Id. Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (FORGAS) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-3 di Gedung Wiswasabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (9/9/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Strategi Ngemargiang Sad Kerthi Loka Bali, Ngajegang Tradisi, Adat Lan Budaya Nusantara.”

Tema tersebut menjadi penegasan pentingnya kesadaran untuk menjaga keberadaan adat, tradisi dan budaya Nusantara, khususnya nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Bali.

FORGAS menempatkan peringatan HUT ke-3 bukan sekadar sebagai seremoni organisasi, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya adat, budaya dan ajaran Hindu Dharma yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Nusantara.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, S.Sos., bersama jajaran pejabat pemerintah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali maupun para pemangku kepentingan adat, agama, pendidikan serta organisasi kemasyarakatan.

Sejumlah undangan yang hadir atau diwakili antara lain 
- Sekretaris Daerah Provinsi Bali, 
- Ketua DPRD Provinsi Bali, Pangdam IX/Udayana, - Kapolda Bali, 
- Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, 
- Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, 
- Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, - Danrem 163/Wira Satya, 
- Danlanal Denpasar, 
- Danlanud I Gusti Ngurah Rai, 
- Ketua FKUB Provinsi Bali.

Hadir pula unsur organisasi lintas agama,:
- Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat, 
- MUI Provinsi Bali, 
- MPUK Provinsi Bali, 
- Majelis Keuskupan Denpasar, 
- Matakin Provinsi Bali dan
- Majelis Gereja-Gereja Provinsi Bali. 
Selain itu, turut hadir jajaran Kementerian Agama kabupaten/kota se-Bali, para bupati/wali kota, kepolisian, prajuru MDA Bali dan Panca Angga, rektor perguruan tinggi, organisasi masyarakat serta undangan lainnya.

Acara diawali dengan Tari Selat Segara sebagai tari penyambutan. Nuansa budaya tersebut sekaligus menjadi pembuka kegiatan yang sejak awal menempatkan adat dan kebudayaan sebagai bagian utama dari agenda FORGAS.

Ketua Panitia HUT ke-3 FORGAS,.
 Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Hindu Dharma Indonesia mengenai pentingnya budaya, adat dan ajaran Hindu Nusantara.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai adat, tradisi dan kearifan lokal kepada masyarakat luas yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.

Menurutnya, momentum HUT FORGAS juga diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antara pengurus FORGAS di tingkat lokal, daerah hingga pusat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dewan Pembina FORGAS Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., Ketua DPP FORGAS Indonesia Cokorda Gede Brasika Putra, S.H., M.H., serta Dewan Pembina FORGAS Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

Sambutan berikutnya disampaikan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa isu pelestarian adat, tradisi dan budaya tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan Bali.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan HUT ke-3 FORGAS. Prosesi tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus penanda perjalanan organisasi dalam mengembangkan gerakan yang berkaitan dengan adat, tradisi dan budaya Nusantara.

Pelantikan Pengurus Daerah

Selain peringatan hari ulang tahun, acara juga diisi dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pelantikan DPC FORGAS Indonesia. Dalam rangkaian tersebut, Gusti A.A. Diva Cassandra, S.H. dilantik sebagai bagian dari kepengurusan FORGAS Indonesia.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penyematan PIN untuk wilayah Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung.

Momentum tersebut menunjukkan upaya FORGAS memperkuat struktur organisasi di daerah sekaligus memperluas gerakan pelestarian adat dan budaya melalui kepengurusan di tingkat kabupaten.
Sad Kerthi Loka Bali sebagai Pesan Kebudayaan
Tema Sad Kerthi Loka Bali yang diangkat dalam HUT ke-3 FORGAS memiliki pesan strategis karena menempatkan keseimbangan kehidupan dan pelestarian lingkungan serta budaya sebagai bagian dari pembangunan kehidupan masyarakat Bali.

Di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman, pelestarian adat dan tradisi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, penguatan kesadaran generasi muda, pelestarian kearifan lokal serta penguatan kelembagaan adat menjadi pekerjaan bersama.

FORGAS melalui momentum HUT ke-3 menegaskan pentingnya menjaga adat dan budaya agar tidak sekadar menjadi simbol seremonial, tetapi tetap hidup dalam praktik kehidupan masyarakat.


Views Post